19 nop 2012
19 nop 2012
Tampilkan postingan dengan label SEKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEKS. Tampilkan semua postingan
Rajin Bercinta Flu pun Menjauh

Rajin Bercinta Flu pun Menjauh


Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa berhubungan intim pada pasangan resmi banyak menfaat kesehatannya. Bila orang yang sering mengalami flu, bercinta dengan pasangan adalah salah satu obatnya.

Peneliti dari Wilkes University di Wilkes-Barre, Pennsylvania, menemukan bahwa pasangan yang bercinta sekali atau dua kali dalam seminggu memiliki tingkat antibodi pendorong kekebalan tubuh, immunoglobulin A atau IgA lebih tinggi.

Antibodi ini berfungsi untuk membuat orang lebih kuat melawan berbagai jenis penyakit seperti demam dan influenza, seperti dilansir medicaldaily, Sabtu (25/8/2012).

Selain itu, bercinta juga dapat mengatasi hidung tersumbat karena flu atau pilek. Seks dapat menjadi anthistamin alami yang mampu memperlancar hidung tersumbat bahkan gejala-gejala demam lainnya.

Tak hanya menjauhkan infeksi, untuk wanita dan pria, seks dapat memiliki manfaat masing-masing.

Bagi wanita, bercinta tanpa menggunakan kondom dapat membuatnya merasa lebih bahagia. Peneliti dari State University of New york dan University of Liverpool menemukan bahwa zat dalam air mani mengandung bahan kimia yang dapat meningkatkan mood positif wanita.

Bercinta juga membantu menjaga berat badan, masalah yang umum dikhawatirkan wanita. Saat berhubungan seks, tubuh menghasilkan hormon endorfin dan oksitosin, yaitu hormon bahagia yang juga diproduksi saat Anda makan. Ketika bercinta, otak akan merasa puas sehingga berhenti mengirimkan sinyal untuk makan.

Menurut studi yang dipublikasi dalam American Journal of Cardiology, berhubungan seks juga membantu membakar 85 hingga 250 kalori.

Sedangkan bagi pria, pria yang lebih sering ejakulasi dalam sebulan, memiliki risiko lebih rendah terdiagnosis kanker prostat, menurut Journal of the American Medical Association.



Sumber

Ini Dia Perbedaan Kehidupan S3ks Pria dan Wanita



Diantara pria dan wanita terdapat kesenjangan dalam hubungan seksual. Pria lebih aktif secara seksual dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan wanita.
Stacy Tessler Lindau, MD dan Natalia Gavrilova, PhD, peneliti dari University of Chicago melaporkan hasil penelitiannya secara online di BMJ:

1. Setelah menginjak usia 30 tahun, seorang pria masih akan aktif secara seksual selama 35 tahun, sementara wanita akan aktif selama 30 tahun lagi.

2. Setelah menginjak usia 55 tahun, kebanyakan pria hanya dapat mengharapkan 15 tahun untuk aktif secara seksual. Sedangkan wanita akan aktif secara seksual selama 10 tahun.

3. Perbedaan seksualitas antara pria dan wanita paling mencolok adalah ketika keduanya berada pada usia 75 dan 85 tahun. Pria yang masih aktif secara seksual di usia tersebut sebanyak 38,9 persen sedangkan wanita sebanyak 16,8 persen.

4. Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang lebih sehat ketika muda akan aktif secara seksual lebih lama ketika tua. Pria lebih aktif dalam masalah seksualitas dibanding wanita untuk sebagian besar hidupnya.

5. Secara keseluruhan, pria lebih mungkin untuk aktif secara seksual, memiliki kehidupan seks yang berkualitas dan tertarik pada seks daripada wanita.

6. Prevalensi aktivitas seksual pria di usia menengah terus menurun dari waktu ke waktu, dan penurunannya lebih drastis pada wanita.

7. Sementara itu, minat pada seks stabil untuk pria sepanjang hidupnya, tetapi pada wanita akan menurun secara signifikan di pertengahan usia 60 tahun.

8. Kepuasan seksual pada wanita menurun dikarenakan masalah kekeringan vagina atau nyeri selama hubungan seksual.

Peneliti mengatakan kesenjangan antara pria dan wanita dalam masalah seksualitas memang besar, tetapi dapat saling memperkecil perbedaan tersebut dengan menciptakan kemitraan seksual yang baik diantara pasangan.

Menjaga kemitraan yang baik dalam berhubungan seksual dari sejak awal pernikahan, akan membuat hubungan seksual Anda bersama pasangan tetap stabil hingga kemudian hari.

 (sumber)

Manfaat Hubungan Intim Tanpa Kondom Bagi Istri


Manfaat Hubungan Intim Tanpa Kondom Bagi Istri - New York - Hubungan intim tak hanya membuat pasangan lebih bahagia namun juga mengubah mood wanita. Studi yang dilakukan State University of New York menyimpulkan hal ini setelah melakukan penelitian terhadap 293 wanita yang biasa berhubungan intim tanpa kondom, terutama terkait kesehatan mental mereka.

Hasil menelitian menunjukkan, air mani mengandung bahan kimia yang dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan kasih sayang, membuat nyenyak tidur, dan juga mengandung setidaknya tiga anti-depressant.

Para peneliti juga mengklaim bahwa wanita yang berhubungan seks tanpa kondom secara teratur terbebas dari rasa tertekan dan tampil lebih baik pada tes kognitif.

Seperti dilaporkan Daily Mail, air mani tak hanya mengandung spermatozoa, tetapi juga kortisol, yang dikenal mampu meningkatkan kasih sayang; estrone, yang memperbaiki suasana hati; dan oksitosin, yang juga berperan dalam mempengaruhi mood baik.

Zat kimia lain yang terkandung di dalam air mani adalah hormon thyrotropin (bersifat antidepresan), melatonin (berpengaruh pada tingkat kenyenyakan tidur), dan juga serotonin (neurotransmitter yang berfungsi sebagai antidepresan).

Untuk membuktikannya, peneliti di Gallup dan Burch, bersama dengan psikolog Steven Platek, meneliti wanita yang berhubungan seks tanpa kondom dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Mereka mengumpulkan 293 perempuan  yang setuju untuk mengisi kuesioner anonim tentang berbagai aspek kehidupan seks mereka.

Temuan terbaru lainnya dari laboratorium Gallup bahkan menunjukkan bahwa air mani membuat wanita tampil lebih baik dalam hal berkonsentrasi dan tugas-tugas kognitif.

Temuan yang paling signifikan dari studi ini, yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior, adalah bahwa wanita yang terlibat dalam seks tanpa kondom menunjukkan gejala depresi lebih sedikit daripada mereka yang biasa menggunakan kondom.



Sumber
Tanpa Harus Bercinta, Air Mani Dapat Tingkatkan Kesuburan Wanita

Tanpa Harus Bercinta, Air Mani Dapat Tingkatkan Kesuburan Wanita



Menjadwal siklus menstruasi seringkali kurang mujarab dijadikan sebagai pengontrol kehamilan, namun kurang jelas apa penyebabnya. Ternyata biang keroknya tak jauh-jauh amat, yaitu air mani itu sendiri. Suatu kandungan bahan kimia dalam air mani ditemukan dapat mendongkrak tingkat kesuburan wanita.

Wanita memiliki kemampuan untuk melepaskan sel telur secara teratur tanpa harus dipengaruhi aktivitas seks. Berbeda dengan manusia, beberapa spesies mamalia dapat melepaskan sel telur hanya ketika melakukan seks, contohnya unta dan kelinci. Rangsangan seks memicu respons hormonal pada mamalia betina sehingga merangsang pelepasan sel telur atau ovulasi.

Pada tahun 1985, sekelompok ilmuwan China mengemukakan bahwa mungkin ada faktor pemicu ovulasi dalam air mani yang membuat wanita dapat melepaskan sel telur karena rangsangan seks, seperti yang dijumpai pada beberapa mamalia betina. Sayangnya pendapat ini lantas diabaikan karena kebanyakan ilmuwan meyakini bahwa wanita melepaskan sel telur tanpa dipengaruhi oleh aktifitas seks.

Seorang ilmuwan dari Kanada yang pada mulanya ikut mengabaikan akhirnya penasaran juga dibuatnya. Pada tahun 2005, ia menyuntikkan cairan mani dari unta jantan ke kaki belakang unta betina untuk melihat pengaruhnya terhadap kesuburan. Ajaib, ternyata tanpa rangsangan seksual sekalipun, cairan mani yang masuk dalam aliran darah sudah dapat meningkatkan kesuburan unta betina.

Para peneliti mengambil sampel air mani unta dan memisahkannya dari sperma dalam alat sentrifugal. Sperma ditemukan hanya mengisi sekitar 5% dari air mani. Dengan menggunakan beberapa cara seperti memanfaatkan enzim pencerna protein, pemanasan hingga alat penyaring molekul, peneliti mencoba memisahkan molekul dalam air mani.

Molekul dari cairan mani ini disuntikkan ke bagian belakang kaki unta betina. Ternyata substansi misterius dalam air mani tersebut merupakan protein yang penting bagi perkembangan dan kelangsungan hidup saraf sensorik, yaitu neural growth factor (NGF). Protein ini sangat penting dalam membantu meningkatkan kesuburan wanita.

"Kami sedang mencari protein yang tidak diketahui. Namun pada kenyataannya kami menemukan molekul pemicu kesuburan di seluruh tubuh banyak spesies. Saya tidak tahu apakah harus senang atau sedih tentang temuan ini," kata peneliti, Gregg Adams dari University of Saskatchewan di Kanada seperti dilansir Science Mag, Rabu (22/8/2012).

Dalam laporan penelitian yang dimuat Proceedings of the National Academy of Sciences, Adams beserta timnya menjelaskan bahwa molekul pemicu kesuburan tersebut ditemukan dalam air mani semua spesies yang sudah diteliti, termasuk manusia. NGF mengubah waktu perkembangan telur serta mempercepat dan memperkuat fungsi korpus luteum, struktur endokrin yang penting untuk mempertahankan kehamilan.

Tanpa harus dirangsang oleh seks, substansi NGF dalam air mani pria yang disuntikkan lewat aliran darah akan menyebabkan hipotalamus dan kelenjar hipofisis di otak wanita melepaskan hormon-hormon yang penting untuk kehamilan. Meskipun mekanisme yang tepat masih perlu diteliti lebih jauh, temuan baru ini sudah cukup membuka wawasan baru mengenai kesuburan wanita.



Sumber

TIPS 5 Cara Agar Wanita Mengerang Kenikmatan Saat Berhubungan Seks


Membuat pasangan bercinta mencapai orgasme hingga mengerang kenikmatan, sudah barang tentu menjadi keinginan setiap pria. Dan Apabila berhasil, hal ini memberikan rasa puas dan percaya diri yang tinggi. Namun, tidak semua pria memiliki keahlian ini sebagai bagian alami kejantanan mereka. Untuk itu, setidaknya ada beberapa cara yang bisa pria lakukan agar pasangan wanitanya bisa mengerang nikmat saat berhubungan intim.

Berikut 5 Cara Membuat Wanita Mengerang Nikmat Saat Berhubungan Seksual.

1. Buatlah kaku atau tegang pada bagian yang seksi
Otot PC pada wanita adalah salah satu daerah yang paling sensitif. Buatlah mereka kaku dan tegang, namun dengan sangat berirama. Saat Anda sedang sibuk di tempat lain, dia akan mendekati puncaknya dengan cepat.

2. Godalah dia
Lambatkan aksi Anda, buat perlahan-lahan tapi bertahap. Buatlah kekasih Anda menikmati setiap gerakan yang Anda buat, namun penasaran dengan langkah besar yang akan Anda buat.

Misalnya trik menyodorkan milik Anda ke dalam dirinya sambil cium dia lambat-lambat sehingga membuat dia akan dekat, akan sangat dekat dengan Big O.

3. Rayuan emosional
Bisa juga membuat suasana kamar yang dapat mendukung aktivitas percintaan Anda seperti memasang beberapa batang lilin, kain satin cantik dan bermain musik lembut.

Bicaralah beberapa kata seksi dan dengan nada seksi kepadanya. Katakan padanya apa yang Anda rencanakan untuk dilakukan dan bagaimana caranya.

Ini akan merangsang dirinya secara emosi dan menjadi tak sabar dengan apa yang akan Anda lakukan.

4. Sentuhan erotis
Akan banyak kesenangan yang bisa ditimbulkan dari spot pada wanita. Yakinlah bahwa dia pun sangat ingin Anda menyentuhnya dan merasakan kenikmatan lebih dari apapun. Temukan titik-titik nadi. Dia akan merasa begitu santai dan terangsang untuk mencapai puncak kenikmatan.

5. Jadilah sensitif
Tapi ingat jangan terlalu sibuk dengan gerakan yang Anda lakukan. Anda juga harus paham apakah erangan yang dia keluarkan adalah dari kesenangan atau rasa sakit.

Buat dia tetap santai , mintalah dia memberitahukan bagian-bagian mana yang memberikannya kesenangan dan melakukan apa yang dia ingin rasakan. Dia akan mencintaimu lebih untuk itu.



Sumber

Sarung Tangan Khusus Onani

Inilah Sarung tangan khusus onani yang merupakan produk asli amerika.. sangat berguna bagi anda yang doyan bermartubasi.. :)







Sumber

Apa yang Terjadi pada Otak Saat Org4sme?



Meskipun alasan untuk melakukan hubungan seksual bervariasi dan kompleks, namun biasanya bertujuan untuk mencapai orgasme. Karena semua individu berbeda, maka penjelasan secara universal terhadap orgasme tidak mungkin dilakukan. Namun satu hal yang hampir disepakati semua orang adalah bahwa orgasme merupakan pengalaman yang sangat, sangat menyenangkan.

Jadi orgasme adalah? Jika ragu, mari kita merujuk Wikipedia: orgasme berarti pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat.

Merriam-Webster menjelaskannya secara lebih deskriptif, bahwa orgasme merupakan "pelepasan ketegangan neuromuskuler eksplosif di puncak gairah seksual yang biasanya disertai dengan ejakulasi air mani pada pria dan oleh kontraksi vagina pada wanita." Menurut seorang peneliti seks terkenal Dr Alfred Kinsey mengatakan bahwa orgasme "dapat disamakan dengan crescendo, klimaks, dan keheningan tiba-tiba dicapai oleh suatu orkestra dari emosi manusia ... ledakan ketegangan, layaknya seperti sensasi saat bersin"

Hampir setiap aspek dari orgasme – apa yang dibutuhkan untuk mencapai orgasme, mengapa ada orang tidak bisa mencapai orgasme, telah menjadi subyek banyak penelitian dan perdebatan. Apa yang terjadi pada tubuh selama orgasme sudah diketahui, dan tidak mengherankan bahwa otak memainkan peran besar dalam pencapaian orgasme. Namun para peneliti masih dalam proses mencari tahu secara persis apa yang terjadi pada otak selama orgasme.

Saraf dan Orgasme
Tanpa adanya impuls yang dikirimkan oleh saraf ke sumsum tulang belakang dan otak, maka orgasme tidak akan terjadi. Sama seperti bagian tubuh lainnya, alat kelamin mengandung saraf yang berbeda yang mengirim informasi ke otak untuk menyampaikan tentang sensasi yang sedang dialami. Hal ini membantu untuk menjelaskan mengapa sensasi yang dirasakan berbeda tergantung di mana seseorang disentuh. Orgasme klitoris misalnya, berbeda dari orgasme vagina karena melibatkan saraf yang berbeda.


bayangkan bahwa saraf bereaksi seperti ini

Alat kelamin mengandung sejumlah besar ujung saraf (klitoris saja memiliki lebih dari 8.000 saraf), yang pada gilirannya, terhubung ke saraf besar terhubung melalui tubuh ke sumsum tulang belakang. (Pengecualian adalah saraf vagus, yang melewati sumsum tulang belakang.) Saraf yang begitu banyak tersebut melakukan banyak fungsi lainnya dalam tubuh selain untuk menyediakan pasokan saraf sehingga terjadi umpan balik ke otak, selama rangsangan seksual.

Saraf dan bagian yang berhubungan wilayah genital adalah:
  • Saraf hipogastrikus – terhubung dari rahim dan leher rahim pada wanita dan dari prostat pada pria
  • Saraf panggul - terhubung dari vagina dan leher rahim pada wanita dan dari rektum pada kedua jenis kelamin
  • Saraf pudenda – terhubung dari klitoris pada wanita dan dari skrotum dan penis pada pria
  • Saraf vagus – terhubung dari rahim, leher rahim dan vagina
Peran saraf vagus dalam orgasme masih merupakan penemuan baru dan masih banyak yang belum diketahui tentang hal ini. Sebelumnya peneliti tidak tahu bahwa saraf tersebut melewati daerah panggul.
Karena sebagian dari saraf berhubungan dengan sumsum tulang belakang, inilah alasan mengapa orang yang mengalami sumsum tulang belakang terputus tidak akan mampu mengalami orgasme.

Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang mengalami cedera tulang belakang - bahkan parapalegik - bisa mencapai orgasme. Pada tahun 2004, Dr Barry Komisaruk dan Dr Beverly Whipple dari Rutgers University melakukan studi pada wanita yang mengalami saraf tulang belakang terputus. Mereka menemukan bahwa wanita bisa merasakan stimulasi serviks mereka dan bahkan mencapai orgasme, meskipun tidak ada cara agar otak mereka dapat menerima informasi dari saraf hipogastrikus atau panggul.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dari scan MRI terhadap otak wanita menunjukkan bahwa wilayah yang berhubungan dengan sinyal dari saraf vagus ternyata aktif. Karena vagus melewati sumsum tulang belakang, para wanita masih bisa untuk merasakan rangsangan serviks.

Jadi selama rangsangan seksual dan orgasme, area otak yang berbeda menerima semua informasi yang memungkinkan otak tahu persis apa yang terjadi - dan kejadian tersebut sangat menyenangkan. Tapi sampai saat ini, peneliti belum punya cara untuk menjelaskan secara persis apa yang terjadi di otak saat orgasme berlangsung.
sumber

Impotensi dan Kemandulan itu Berbeda


Seringkali impotensi dan kemandulan saling dikaitkan. Ada sebagian orang yang mengatakan, penderita impotensi dianggap turut memiliki masalah pada kualitas spermanya. Sehingga, penderita impotensi kerap divonis tidak mampu menghamili pasangannya. Sebaliknya, pria mandul juga belum tentu menderita impotensi. Dua hal tersebut sebenarnya cukup berbeda.

Dikutip dari Times of India, impotensi berkaitan dengan ketidakmampuan alat kelamin pria untuk ereksi atau tegang saat bercinta. Akibatnya, penis tidak mampu melakukan tugasnya untuk penetrasi. Penyebabnya cukup banyak. Misalnya kolesterol tinggi, efek racun rokok, hingga masalah dengan psikologis. Impotensi, atau sering disebut disfungsi seksual, dari sisi medis sering dikaitkan dengan tidak lancarnya peredaran darah yang menuju penis. Tidak derasnya aliran darah membuat kondisinya sulit tegang.

Impotensi masih bisa diobati sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, kalau pemicunya adalah penyakit, maka penderita harus mengatasi penyakit yang dideritanya. Kalau terkait masalah psikologis, mungkin perlu dilakukan konseling agar masalah psikis tidak sampai mengganggu urusan seksual. Pada wanita, disfungsi seksual juga bisa terjadi. Hanya saja, pengaruhnya mungkin terjadi dalam hal pelumasan di vagina yang tidak banyak, sampai sulit orgasme. Salah satu pemicu disfungsi seksual pada wanita adalah diabetes dan masalah psikis.

Sementara soal kemandulan, lebih dipicu oleh ketidakmampuan sel sperma atau sel telur untuk melakukan pembuahan. Baik pria atau wanita, dapat mengalami kemandulan. Penyebabnya juga cukup banyak. Pada wanita, misalnya, kemadulan bisa muncul karena masalah sel telur,fibroid, rahim tidak normal, hingga infeksi di organ rahim.

Di lain sisi, kemandulan pada pria disebabkan oleh jumlah sperma, gerak sperma, hingga morfologi sperma. Ketiga hal itu jika tidak normal mengakibatkan masalah dalam pembuahan. Bisa jadi kelainan tersebut akibat faktor genetik, namun tidak menutup kemungkinan karena dipicu faktor lain. Misalnya racun rokok, suhu tinggi di kantong sperma, atau kurangnya libido.

Jadi, belum tentu orang yang divonis impotensi juga mengalami kemandulan. Dua hal ini mesti dicari solusinya sendiri-sendiri agar tidak mengganggu masalah seksual dan proses mendapatkan keturunan.



Sumber
My Ping in TotalPing.com